Santri Tahfidz di Pulau Penyengat

Kegiatan menghafal Al Qur'an di Pulau Penyengat. Pulau kecil yang terkenal sebagai Pulau Penghafal Al Qur'an

Pembinaan ke Sekolah-sekolah

Pembinaan ke Sekolah-sekolah dalam rangka untuk memotivasi para pelajar agar menjadi Penghafal Al Qur'an

Mabit Al Qur'an Sabtu Ahad

Mabit Al Qur'an yang diikuti oleh seluruh santri Rumah Tahfidz untuk menghafal Al Qur'an di malam Ahad

Sosialisasi ke Mesjid dan TPA

Memberikan motivasi kepada anak-anak TPA di Tanjungpinang agar menjadi Penghafal Al Qur'an

Wisata Al Qur'an Pulau Penyengat

Kegiatan Wisata Ruhiyah yang dapat diikuti oleh perorangan,keluarga dan organisasi untuk merasakan keindahan Al Qur'an

Rabu, 22 Mei 2013

Rekreasi Santri Rumah Tahfidz

Hari Kamis (9/5/2013) seluruh santri mukim Rumah Tahfidz rekreasi bersama ke Air terjun Gunung Lengkuas..
Air terjun gunung lengkuas - Kijang

Masih alami dan jernih


Mandi di air terjun.

Santri Rumah Tahfidz semangat pergi rekreasi

Mampir disalah satu rumah santri asuh. Dilanjutkan dengan acara inti, makan-makan.

Tanah Wakaf 2 Ha untuk Pesantren Tahfidz

Rumah Tahfidz mendapat amanah tanah wakaf seluas 2 Ha yang InsyaAllah akan digunakan untuk Pesantren Tahfidz terpadu. Lokasi tanah wakaf di Km 19 arah Kijang-Pulau Bintan

Meninjau lokasi tanah wakaf 

Ustadz Muqtafin memegang salah satu patok tanah wakaf

Santri Rumah tahfidz ikut serta melihat tanah wakaf. 

Foto bersama wakif. Bpk. Muhammad Sadar dan Ir. Firdaus

Penandatanganan akta wakaf oleh Bpk Muhammad Sadar di kantor KUA Kijang


Mohon do'a dan dukungan dari Bapak/Ibu semua, semoga amanah ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. Serta menjadi Pesantren Tahfidz yang akan mencetak para penghafal Al Qur'an. Amin

Sabtu, 11 Mei 2013

Janji Allah bagi Penghafal Qur’an


Sejak diturunkan, Al-Qur’an senantiasa menjadi rujukan utama umat Islam dalam mengarungi bahtera kehidupan. Di hati mereka, Al-Qur’an adalah cahaya penerang jalan hidup menuju ridla Allah. Kenyataan ini dibuktikan oleh antusiasme umat Islam untuk menghafalnya. Atau, minimal membaca dan merenungi maknanya setiap saat.
Rasulullah saw selalu mengajak para sahabat untuk menghafal Al-Qur’an agar hati mereka tidak kosong dari ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas beliau bersabda, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al-Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.”
Perhatian yang tinggi terhadap keistimewaan menghafal Al-Qur’an ditunjukkan saat Rasulullah menetapkan laki-laki muda sebagai ketua rombongan karena hafal beberapa surat dan surat Al-Baqarah, kemudian salah seorang yang terhormat di antara mereka berkata, “Demi Allah aku tidak mempelajari dan menghafal surat Al-Baqarah karena aku takut tidak dapat menjalankan isinya.”
Mendengar komentar itu Rasulullah saw bersabda, “Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang mempelajari Al-Qur’an dan membacanya adalah seperti tempat air penuh dengan minyak wangi misik, harumnya menyebar ke mana-mana. Dan barang siapa yang mempelajarinya kemudian ia tidur dan di dalam hatinya terdapat hafalan Al-Qur’an adalah seperti tempat air yang tertutup dan berisi minyak wangi misik.” (HR Tirmidzi)
Subhanallâh. Betapa kaya hati orang para penghafal Al-Qur’an. Betapa mulia mereka. Tubuh dan jiwa mereka senantiasa menebarkan bau surga bagi lingkungan sekitarnya. Pastilah bahwa mereka adalah orang-orang suci yang selalu dipelihara Allah. Pendek kata, penghafal Al-Qur’an senantiasa mendapatkan tempat terhormat di dunia maupun di akhirat kelak.
Hal itu selaras dengan sabda Rasulullah saw, “Penghafal Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al-Qur’an akan berkata, ‘Wahai Tuhanku pakaikanlah pakaian untuknya,’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kehormatan) Al-Qur’an kembali meminta, ‘Wahai Tuhanku tambahkanlah,’ Lalu orang itu dipakaikan jubah karomah. Kemudian Al-Qur’an memohon lagi, ‘Wahai Tuhanku, ridailah dia,’ Allah swt pun meridlaiya. Dan diperintahkan kepada orang itu, ‘Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Allah swt menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Baihaqi)
Balasan Allah di akhirat bukan hanya bagi penghafal Al-Qur’an, namun juga bagi kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan sinarnya itu kepadanya dengan berkah Al-Qur’an.
Dari Buraidah, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR Abu Daud)
Kedua orang tua itu mendapatkan kemuliaan karena mengarahkan anaknya untuk menghafal dan mempelajari Al-Qur’an sejak kecil. Mendidik anak agar mencintai Al-Qur’an berarti upaya mengantarkan mereka meraih gerbang kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
KH. Zainullah Rois, Lc.

Rabu, 08 Mei 2013

Laporan Keuangan Bulan April 2013

Laporan Keuangan Bulan Maret 2013